PENGADAAN BARANG DAN JASA

Explore Training Details Below

Silabus

DESCRIPTION  PELATIHAN

Pengadaan barang/jasa pemerintah di Indonesia perkembangannya sangat pesat. Pengadaan Barang/Jasa kali ini, pemerintah menitikberatkan pada pemenuhan nilai manfaat yang sebesar-besarnya (value for money).Dalam pengadaan barang/jasa (PBJ) pemerintah konsep Value for Money (VfM) merupakan salah satu konsep penting, dimana setiap pelaksanaan pembelanjaan anggaran pemerintah harus mampu memberikan nilai tambah bagi pencapaian kebutuhan. Untuk mencapai VfM di dalam proses pengadaan barang/jasa harus terpenuhi sejak proses perencanaan kebutuhan mendapatkan barang/jasa hingga pelaksanaan pengelolaan aset selama umur ekonomis dan teknis barang/jasa tersebut.

Upaya memperoleh barang / jasa yang tepat (dari segi : harga, mutu, jumlah, waktu, kegunaan) mensyaratkan prosedur dan kaidah pengadaan / procurement yang baik. Prosedur dan kaidah pengadaan bukan hanya menurunkan biaya pengadaan dan biaya operasional, namun juga meningkatkan transparansi proses pengadaan.

Mendapatkan barang, jasa atau pekerjaan dari sumber eksternal. Hal ini akan menguntungkan jika yang diperoleh adalah barang, jasa atau pekerjaan yang tepat dan dibeli dengan biaya yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan pembeli dilihat dari segi kualitas dan kuantitas, waktu, dan lokasi. Perusahaan dan badan-badan publik sering mendefinisikan proses dimaksudkan untuk mempromosikan kompetisi yang adil dan terbuka untuk bisnis mereka dan meminimalkan terjadinya fraud dan kolusi.

Dalam setiap pengadaan barang dan jasa  dapat menghemat atau memboroskan. Ini merupakan satu-satunya cara yang diperlukan melalui proses pengadaan barang dan jasa  untuk memperoleh barang dan jasa sesuai Value for money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu ekonomis, efisiensi, dan efektivitas. Ekonomi: pemerolehan input dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada harga yang terendah. Ekonomi merupakan perbandingan input dengan input value yang dinyatakan dalam satuan moneter. Efisiensi: pencapaian otput yang maksimum dengan input tertentu untuk penggunaan input yang terendah untuk mencapai output tertentu. Efisiensi merupakan perbandingan output/input yang dikaitkan dengan standar kinerja atau target yang telah ditetapkan. Efektivitas : tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan. Secara sederhana efektivitas merupakan perbandingan outcome dengan output

TUJUAN PELATIHAN :

  1. Mampu memahami mengenai gambaran umum pengadaan, prinsip- prinsip dasar, kebijakan umum, kode etik dan dasar hukum/peraturan yang terkait, pihakpihak yang terkait, serta prinsip pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pengadaan barang/jasa.
  2. Peserta mampu memahami persiapan pengadaan barang/jasa mulai dari tahap perencanaan umum, penentuan sistem pengadaan (metode pemilihan, metode penyampaian dokumen, metode evaluasi pengadaan, pemilihan jenis kontrak), pemilihan metode kualifikasi, penyusunan jadwal pemilihan, penyusunan HPS, dan penyusunan dokumen pengadaan.
  3. Peserta mampu memahami prosedur pelaksanaan Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dan Konsultansi.
  4. Peserta mampu memahami pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan cara swakelola.
  5. Peserta mampu memahami kegunaan dan kebutuhan E-Procurement yang akan digunakan sebagai acuan dalam setiap pengadaan barang dan jasa pemerintah di seluruh Indonesia.
  6. Peserta mampu melakukan vendor development program , Evaluasi dan Improvement vendor
  7. Peserta mampu melakukan negosiasi kepada pemasok dengan baik
  8. Peserta mampu menganalisa dan menghitung TCO / HPS
  9. Peserta mampu melakukan penerimaan PBJ sesuai standar mutu

MATERI PELATIHAN

Pengadaan barang dan jasa

  1. Mengapa pengadaan itu penting 
  2. Tujuan fungsi pembelian
  3. Procurement & Purchase Principles
  4. Procurement Cycles
  5. Value For Money
  6. Supply positioning model

Merumuskan organisasi pengadaan barang dan jasa

  1. Faktor yang mempengaruh penetapan Tujuan pengadaan
  2. Kriteria Tujuan pengadaan yang baik
  3. Hubungan proses dan fungsi organisasi
  4. Proses pengadaan barang dan jasa secara umum
  5. Organisasi pengadaan berbasis komuditas yang dibeli
  6. Analisa tugas untuk jabatan tertentu
  7. Analisis beban kerja
  8. Kompetensi pengadaan

Negotiation Strategy

  1. Buying risk Assessment
  2. Tahapan proses negosiasi
  3. Persiapan negosiasi
  4. Teknik negosiasi yang manipulatif
  5. The Games theory
  6. Bargaining offer vs tricky offer 

Smart Buying

  1. Smart buying Concept
  2. Order requistion review
  3. Product & Services life Cycle’s
  4. Pre Sourching strategy
  5. Sourching Benchmark
  6. Smart buying Concept

Total cost of ownership Menyusun Spesifikasi Teknis

  1. Manfaat dan pentingnya spesifikasi
  2. Deskripsi elemen spesifikasi
  3. Pertimbangan dalam menyusun spesifikasi
  4. Spesisikasi barang dan jasa
  5. Latihan SIPOC diagram
  6. Latihan Menentukan kritikal proses spesifikasi teknis untuk kebutuhan negosiasi

Melakukan Penerimaan Hasil Pengadaan Barang/Jasa

  1. Overview Proses Pengadaan Secara Garis Besar
  2. Mengapa proses penerimaan hasil pengadaan barang/jasa menjadi sangat penting dalam proses pengadaan
  3. Penerimaan hasil PBJ sebagai bagian proses pengadaan
  4. Peranan Quality Control Dan Quality Assurance Dalam Penerimaan Hasil Pengadaan Barang/Jasa
  5. Penerimaan hasil pengadaan dalam dokumen kontrak PBJ
  6. Hasil Pengadaan Barang/Jasa dan Pengelolaan Aset
  7. Tahapan Penerimaan Hasil PBJ
  8. Instrumen Penerimaan Hasil PBJ
  9. Petugas Pemeriksaan Hasil PBJ
  10. Pelaksanaan Pemeriksaan Hasil PBJ
  11. Membuat berita acara

Procurement plan & Assesment Methods

  1. Perubahan paradigma procurement
  2. Menentukan potensi kinerja
  3. Kemampuan dan motivasi vendor
  4. Contrac Continuum
  5. Cost Cutting vs Cost reduction
  6. Pengembangan vendor
  7. Strategy procurement 

Vendor Key Performance Indicator

  1.  Penjabaran KPI
  2. Key performance Indicator
  3. KPI Product Vendor
  4. Membangun strategy Inisiatif Vendor
  5. Meeting evaluasi vendor

Kualitas pelaksanaan kontrak dan management resiko

  1. Kontrol terhadap mutu hasil kerja
  2. Resiko kontrak
  3. Gejala munculnya resiko
  4. Pelaksanaan penanganan resiko
  5. Faktor penyebab resiko awal
  6. Komponen biaya tak terduga
  7. Jenis Claim dan penangananan Claim

Vendor Evaluation

  1. Vendor evaluation program
  2. Klasifikasi kriteria seleksi
  3. Evaluasi Tahapan awal
  4. Evaluasi seleksi tahapan tengah
  5. Evaluasi seleksi tahapah akhir

Vendor Key Performance Indicator

  1.  Penjabaran KPI
  2. Key performance Indicator
  3. KPI Product Vendor
  4. Membangun strategy Inisiatif Vendor
  5. Meeting evaluasi vendor

Vendor Management & Partnership

  1. Jit Partnership
  2. Pengembangan vendor
  3. Pemilihan vendor
  4. Pengembangan vendor
  5. Implementasi jisuken
  6. Metode penilaian vendor

Trainer : Spectracentre Trainer Team

Tanggal Training

Selasa - Kamis , 27 Agustus 2019 - 29 Agustus 2019

Investasi

Rp.7,000,000

Form Pendaftaran